Friday
15Aug

Negara Tercantik di Dunia

Ingat jaman kecil dulu anak-anak selalu punya yang namanya "buku kenangan" untuk diisi teman-teman di sekolah atau tetangga-tetangga dengan kata-kata mutiara?

Adalah cerita seorang anak perempuan berumur 8 tahun yang diajak oleh ayahnya ke suatu acara yang kebetulan didatangi oleh presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno. Si anak ini pun membawa buku kenangannya. Sesampainya di sana ia menjulurkan si buku ke sang Presiden dan dengan ramahnya ditanggapi oleh Bung Karno. Tahu bahwa anak ini sering berpindah-pindah tempat tinggal mengikuti ayahnya yang seorang diplomat, Bung Karno menulis begini di buku kenangan itu:

" (....nama anak itu....),      berada di luar negeri untuk semakin membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang tercantik di dunia. - Soekarno"

Walaupun buku kenangan itu kini sudah entah dimana, tapi kalimat singkat yang ditulis sangat berkesan di kepala si anak. Bertahun-tahun kemudian si anak perempuan ini tumbuh menjadi dewasa dan menceritakan cerita ini kepada anaknya yang kebetulan juga seorang perempuan dan dituliskannyalah di blog ini.. :)

Cerita pengalaman pribadi bersama Bung Karno ini memang berulang-ulang diceritakan oleh ibu saya tapi karena dulu ketika diceritakan saya masih kecil, saya hanya angguk-angguk setia saja. Namun setelah hidup selama 31 tahun dan setelah berpindah-pindah dan berjalan-jalan ke sana kemari, baru akhir-akhir ini saya akui, Bung Karno memang benar. Walaupun saya sadar, mungkin langka yang berpendapat seperti ini, karena rasanya bukan trend sekarang ini di Indonesia untuk berbangga akan negara sendiri. Ketika berada di luar negeri, di tengah intimidasi berita-berita yang menjurus dan intimidasi petugas-petugas imigrasi di negara-negara barat (misalnya dengan mata melotot: "Indonesian?? Mau kemana? Berapa hari? Tujuan visit apa? Sama siapa? Bawa uang berapa? Kerja di mana, punya kerjaan gak?"), bangsa Indonesia jadi menunduk malu untuk menunjukan paspor hijau nya. Agak jarang sekarang ini yang berteriak lantang dan tersenyum bangga, "Ya, saya dari Indonesia!"

Butuh mental yang tangguh memang untuk berbangga akan sesuatu hal yang dicemooh oleh orang lain. Berkaca pada diri sendiri, memang mungkin juga sudah naluri manusia rasanya untuk selalu mengkritik dan complain ketika hal-hal tidak sesuai dengan harapan-harapan yang sayangnya hanya semakin membumbung tinggi dan susah turun. Namun hari ini seorang sahabat memberitahu bahwa kemarin Presiden SBY berpidato dan mengatakan bahwa pinjaman IMF Indonesia sudah lunas. Bukankah ini suatu hal yang patut dibanggakan dan lebih dari itu, disyukuri? Alhamdulillah!

Selamat hari ulang tahun, Indonesia-ku, negara yang tercantik di dunia...
Semoga kita semua bisa selalu menjaga kemakmurannya.. Amien. :)


Thursday
14Aug

Pasangan Sekantor

Punya suami satu kantor sekaligus satu profesi memang ada enak dan gak enak nya. Sudah sekitar 4 hari ini saya jomblowati di rumah karena Maskyu ada tugas  di offshore platform. Hari ini saya sudah seneng2 karena Maskyu insya Allah bakalan pulang besok, tapi tiba2 tadi siang atasanku manggil dan nanya, "Nad, kita butuh orang banget di offshore. Kamu mau gak ke sana ya, semingguan gitu lah di sana.. Gimana kalau berangkat besok, atau bisanya kapan deh tapi deket2 ini"  

Click to read more ...


Sunday
10Aug

Mall-ing (pergi ke mall) di Angola

Biarpun sejak setahun lalu mall ini sudah berdiri dengan megahnya di sebelah selatan Luanda, tapi karena saya asal dari kota yang adanya hanya mall melulu (Jakarta), saya pun bersumpah tidak akan pergi ke mall di sini. Tapi hari ini saya terpaksa melanggar sumpah, hihihi, ga pa pa dong, wong sumpah bikin sendiri.

Click to read more ...


Friday
23May

Nongol Lagi

Akhirnyaa.. setelah hampir 8 minggu ngos-ngosan kerja, inilah minggu pertama yang bisa rasanya agak legaan. Hari Senin kemaren hari libur nasional di sini jadinya long wiken, dan kayanya itulah wiken pertama selama 2 bulan terakhir ini  yang nggak dipake kerja. Dan dapet hadiah lagi, hari Senin depan libur lagi, long wiken lagi dong, horeeee! :)

Jadi nggak papa lah ngos-ngosan tapi suka dapet hadiah liburan scr Angola seperti halnya Indonesia banyak banget hari libur nasionalnya (mana sebenernya sih kalo ditugasin di luar negeri begini memang dapet jatah libur yang agak lumayan). Lagian, sekarang ini saya lagi berniat KAMPANYE ANTI MENGELUH, hehehe, soalnya baru ngerasain kerja sambil ngeluh jadinya malah rasanya lebih berat. Mungkin ini juga salah satu bukti dari hukum kekekalan napsu --seperti halnya hukum kekekalan energi-- dimana napsu tidak bisa ditambah atau dikurang, hanya bisa dirubah bentuknya. Jadi napsu yang harusnya dipake buat kerja dirubah bentuknya jadi napsu buat mengeluh, alhasil ya kuranglah napsu bekerja.. Hueheheh, maap ya kalo udah begini engineer nya keluar deh.. :P

Selama periode ngos-ngosan ini sempet juga dihadiahin sebuah kamera kantong. Dari tadi mikir-mikir mau beli Canon Ixus IS 870 atau IS 960, eeh, malah beli Panasonic Lumix DMC-TZ5. Gara-gara pas ngeliat bendanya naksir duluan ngeliat design nya yang rada "retro" mana pake lensa Leica pula, dan spesifikasi nya juga jawara. Mudah-mudahan gak salah pilih dan semoga jadi rajin foto2 setelah ini dan rajin posting.... *amien* heghegheg



Friday
23May

Belajar Dari Seorang Teman di Angola

Seperti yang ditulis dalam pralangga.org 

Salah satu dari banyak hal yang saya syukuri berada di Angola adalah kesempatan untuk berteman dengan teman-teman dari Angola. Mereka sangat terbuka dan ramah, kadang membuat saya lupa dibalik senyumnya yang lebar dan manis itu, mereka-mereka ini adalah orang-orang yang pernah melalui perang panjang selama kurang lebih 15 tahun yang baru berakhir 5 tahun yang lalu.

Seperti hari ini saya berkesempatan ngobrol-ngobrol lumayan panjang dengan seorang kawan. Sebenernya saya nggak begitu sering ngobrol dengan dia tapi karena hari ini kita kebagian menunggu sesuatu untuk waktu yang lumayan lama di sebuah ruang tunggu, jadilah pembicaraan terjadi dari A sampai Z. Entah gimana asal mulanya, kami bercerita tentang latar belakang pendidikan masing-masing, maklumlah namanya juga pembicaraan basa-basi.

“Kami dari kecil harus belajar sembari ngumpet-ngumpet.. Takut-takut kalau ada polisi”, katanya.
“Lhoh memangnya kenapa kalau ada polisi?”
“Iya tahun2 itu (akhir ’90-an ke thn 2000), kan setiap anak muda laki-laki umur 18-35 tahun harus jadi tentara mbak, untuk ngebantu perang sama pemerintah. Kalau keliatan di jalan bisa ditangkep trus langsung dibawa ke camp.”

Click to read more ...


Thursday
10Apr

Hanya Terjadi di Angola

Seperti yang ditulis di Pralangga.Org: Our Peacekeeping Journey

Cuplikan percakapan dari film Blood Diamond:

"T.I.A", kata Leonardo Di Caprio.

"T.I.A?", tanya si cantik Jennifer Connely.

"This Is Africa"

Sembari mesem-mesem si nadiyem yang lagi nonton DVD Blood Diamond di rumah bergumam: "T.I.A bisa juga This Is Angola, yak. Kan sama-sama A."

Sebelumnya saya minta maaf karena postingan ini sejatinya adalah sebuah curhatan akbar. Memang biarpun saya sudah mulai terbiasa dengan hal-hal yang normal bagi orang biasa tapi adalah sebuah kemewahan kalau di Angola, tapi tetep aja ada kejadian-kejadian yang bawaannya bikin mangkel. Bagi kita aneh, bagi mereka normal. Bagi kita normal, bagi mereka aneh. Begitulah suka duka hidup di sini. Kadang mulai meragukan yang namanya fakta, logika dan rasio, kalau bisa dibalik-balik begini, berarti tidak bersifat absolut ya? *maap, melenceng! hehe*

Jadi begini ceritanya.

Click to read more ...


Sunday
16Mar

Balas Dendam Tetangga


Setelah hidup setahun dalam tirani (--> sang tetangga yang selalu berisik berpesta tanpa memperdulikan tetangga-tetangga lain yang mau istirahat), akhirnyaa minggu lalu diadakan suatu serangan balik! Di tepi kolam renang kompleks apartemen kami, yang cuma tembok-tembokan sama si tetangga tiran, diadakan sebuah pesta yang meriah yang mengundang 100 orang. Yesss....!!

Sebenernya ini acara pesta kantor untuk perayaan sesuatu yang cukup penting. Tapi bukan di Angola namanya kalau pesta kantor itu basi. Haha. Si mbak sekretaris yang ratu pesta itu dengan getolnya meng-organize acara ini.. dari makanan, minum-minuman, kursi, bersih-bersih kolam renang, sampe seorang DJ yang disewa untuk siap siaga dari jam 8 malam sampai 6 pagi. Speaker dan sound system pun dipasang dari sore, dan tentunya pake acara sound check segala dari siang (rasain lu, tetangga, emang enak!).

Pesta yang meriah, yang dateng banyak pula.. Bukan hanya orang kantor tapi teman-teman ini membawa teman-temannya juga. Heeebooohhh.... :) Dan yang paling hore adalah, yang seru-seruan teman-teman dari Angola juga, bukan hanya ekspat-ekspat yang tangan kanan megang botol bir tangan kiri di dalam saku celana sambil bengong ngeliatin pere-pere di lantai dansa. Kalau pesta Angola berarti full dansa, dari mulai jam 8, makan bentar, speech 5 menit, dan lanjut dansa lagi. Mulai dari latin style (salsa, merengue), brazillian samba, Angolan dance Kizomba dan Semba, dancar da familia, dan andalan saya free style, hehe.

Gimana dengan musiknya, cukup keraskah? Haha. Ini yang seru. Ternyata si tetangga tiran itu mengadakan pesta juga! Ini DJ war!! Tapiiii... untungnya DJ kita lebih canggih dan sound systemnya juga lebih mantep, jadi kalahlah si tetangga, bye bye tetangga. Ehh..  Apa jangan-jangan dia aji mumpung yah, berpesta pake "fasilitas musik" kita.

Begitulah pesta kantor ini akhirnya berakhir jam 3 pagi tidak jam 6 pagi seperti yang diperkirakan.. tapi itu sudah lebih dari cukup secara mulainya sore banget kan. Lucunya saya baru tau, kalo kebiasaan anak muda sini kalau bikin party di salah satu rumah, biasanya mereka menyuguhkan makanan di tengah malem buat cemil-cemil dan giliran kami waktu itu adalah sup ikan, hmm nyam nyam. Ngebayang dong lagi capek2 trus tengah malem keluar sup ikan yang rasanya bener2 mak nyuuuss dan yang penting jd berenergi lagi. Dan acara pun diakhiri dengan kecipuk-kecipuk di kolam renang.. hehe. Tetangga... maap yaaaaa! :P *puasssss...*

Maunya sih kasih foto biar lebih afdol tp lebih baik disimpen aja deh daripada malu-maluin.. :P